TeknologiSurvey.Com, JAKARTA — Tiga ruas tol prakarsa yang sebelumnya diajukan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. belum menjadi prioritas seiring dengan langkah perseroan mengajukan perpanjangan ruas tol Antasari—Depok menjadi Antasari—Salabenda.

Pada 2016, emiten berkode CMNP tersebut mengajukan tiga ruas tol prakarsa kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ketiga ruas tol tersebut yakni Bojonggede—Dramaga—Caringin, Bojonggede—Yasmin—Ciawi dan Citeureup—Bojonggede—Legok.

Seiring dengan perkembangan rencana bisnis, CMNP memutuskan untuk memperpanjang ruas tol Antasari—Depok yang memiliki nilai investasi Rp7 triliun menjadi Antasari—Salabenda. Izin perpanjangan ruas tol Antasari—Salabenda telah diajukan CMNP pada 2017.

Direktur Independen CMNP Suarmin Tioniwar mengatakan bahwa penambahan trase Bojonggede—Salabenda dalam perpanjangan ruas tol Antasari—Salabenda membuat rencana perseroan terhadap ruas tol prakarsa berubah.

“Memang ada prakarsa dulunya sampai Bojonggede. Nah, Bojonggede ini berubah menjadi Salabenda sehingga kemungkinan besar berubah ruasnya,” katanya usai public expose Kinerja CMNP 2017, Rabu (31/1/2018).

Suarmin mengatakan bahwa prioritas CMNP saat ini adalah mengembangkan konektivitas jalan tol ke dalam Kota Jakarta sehingga ketiga ruas tol prakarsa tersebut belum menjadi prioritas. Namun, pengkajian terus dilanjutkan untuk melihat peluang perkembangan bisnis ke depan.

“Kami masih lakukan pengkajian terus, proyek ini bisa diklasifikasikan ke JORR 3 mungkin kalau dari skala prioritas ini belum menjadi prioritas, tetapi prakarsa ini tetap dievaluasi dan pengkajian tetap berlanjut,” jelasnya.

Dia menuturkan bahwa memang ada pembicaraan dengan PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) untuk melanjutkan pembangunan tol dari Salabenda menuju Ciawi atau Sukabumi yang merupakan area kerja WSKT.

“Sekali lagi ini kan bukan prioritas pemerintah ataupun CMNP. Ini tetap akan dibicarakan. Jadi, apakah nanti sehabis pembicaraan akan menjadi prioritas dengan Waskita harus ada konektivitas di Salabenda,” jelasnya.

Dengan penambahan trase Bojonggede—Salabenda sepanjang 7,50 kilometer, Suarmin mengatakan bahwa akan ada perubahan nilai investasi.

Saat ini, menurutnya, masih dalam tahapan merampungkan detail engineering design untuk mengetahui perubahan investasi.